Iklan Dua

Cegah Kekerasan Seksual di Sekolah, Gasali : Dorong Penambahan CCTV Di Sekolah

$rows[judul] Keterangan Gambar : Ketua Komisi VI DPRD Balikpapan, Gasali

poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Kasus pencabulan yang baru-baru ini terjadi di salah satu sekolah di Balikpapan kembali memicu keprihatinan serius dari kalangan legislatif. Ketua Komisi VI DPRD Kota Balikpapan, Gasali, menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak bisa hanya bertumpu pada sosialisasi, tetapi harus dibarengi dengan pengawasan bersama yang melibatkan semua pihak, terutama orang tua.

Saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (27/4/2026), Gasali menekankan pentingnya membangun sistem kontrol yang berlapis di lingkungan pendidikan. Menurutnya, peran keluarga dan sekolah harus berjalan seiring untuk memastikan keamanan anak-anak dari potensi kekerasan seksual.

“Tidak cukup hanya sosialisasi. Harus ada kontrol bersama, termasuk dari orang tua. Kita tentu berharap kejadian seperti ini tidak terulang, baik di sekolah maupun di lingkungan lainnya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti minimnya fasilitas pengawasan berbasis teknologi di ruang publik dan sekolah. Salah satu langkah preventif yang dinilai mendesak adalah pemasangan kamera pengawas atau CCTV. Gasali menyebut, keberadaan CCTV tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantau, tetapi juga sebagai bentuk pencegahan dini terhadap tindakan kriminal.

Namun, realisasi pemasangan CCTV di Balikpapan masih menghadapi kendala klasik, yakni keterbatasan anggaran. Hingga saat ini, jumlah titik yang telah terpasang CCTV di kota tersebut masih sangat terbatas, yakni sekitar 10 lokasi.

“Seharusnya sekolah-sekolah dan taman-taman sudah dilengkapi CCTV. Ini penting untuk keamanan. Tapi lagi-lagi kita terbentur anggaran,” jelasnya.

Meski demikian, Komisi III DPRD Balikpapan, lanjut Gasali, akan terus mendorong pemerintah kota agar mengalokasikan anggaran tambahan untuk memperluas pemasangan CCTV, khususnya di area-area yang rawan dan memiliki aktivitas tinggi.

Ia berharap, langkah ini dapat menjadi bagian dari solusi konkret dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak, sekaligus mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang. (adv/rud)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)