Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - DPRD Kota Balikpapan menerima kunjungan audiensi dari DPRD Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), pada Senin (27/4/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung di kantor DPRD Balikpapan dan diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono.
Rombongan DPRD Tarakan yang hadir terdiri dari Komisi I dan Komisi II. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi serta saling bertukar informasi terkait regulasi dan strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Budiono menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari studi banding, khususnya dalam mendalami regulasi yang dinilai berhasil diterapkan di masing-masing daerah.
“Pada dasarnya kita saling belajar. Ada regulasi di Balikpapan yang mungkin belum ada di Tarakan, begitu juga sebaliknya. Tujuannya tentu untuk meningkatkan PAD dan kinerja daerah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti potensi sektor kelautan di Tarakan yang dinilai cukup maju, terutama dalam pengembangan UMKM berbasis hasil laut. Menurutnya, meski Balikpapan dan Tarakan memiliki karakteristik yang hampir serupa, terdapat perbedaan dalam pengelolaan potensi daerah.
“Tarakan memiliki keunggulan di sektor kelautan, termasuk pengolahan hasil laut melalui UMKM. Ini menjadi salah satu hal menarik yang bisa menjadi pembelajaran bagi kita,” tambahnya.
Selain itu, Budiono turut menyinggung tantangan yang dihadapi pemerintah daerah saat ini, yakni adanya pemotongan anggaran dari pemerintah pusat serta ketidakpastian bantuan keuangan dari provinsi. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut daerah untuk lebih kreatif dalam mengoptimalkan potensi yang ada.
“Dengan adanya pengurangan dari pusat, mau tidak mau kita harus memaksimalkan PAD yang ada. Ini menjadi tantangan bersama bagi daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Tarakan, Baharudin, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memberikan banyak wawasan, baik terkait regulasi internal maupun pengelolaan sektor unggulan daerah.
Ia menjelaskan, sebagai wilayah kepulauan, Tarakan sangat bergantung pada sektor kelautan sebagai sumber utama pendapatan masyarakat. Aktivitas perikanan hingga lalu lintas kapal menjadi bagian penting dalam mendukung perekonomian daerah.
“Potensi kelautan di Tarakan cukup besar, baik dari sektor perikanan maupun aktivitas bisnis maritim. Namun, sektor jasa juga menjadi penyumbang PAD yang signifikan,” jelasnya.
Baharudin menambahkan, kunjungan ini juga bertujuan untuk menyinkronkan kebijakan dan strategi antara kedua daerah, khususnya dalam mengoptimalkan PAD.
“Kami ingin belajar dari Balikpapan yang PADnya cukup baik. Harapannya, melalui pertemuan ini, kita bisa saling berbagi strategi dan tumbuh bersama dalam meningkatkan pendapatan daerah,” pungkasnya. (adv/man)
Tulis Komentar