Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman
poroskaltim.com, BALIKPAPAN – Momentum pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)
dinilai menjadi peluang besar bagi Kota Balikpapan untuk berkembang lebih
pesat, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. DPRD Kota Balikpapan
pun mendorong generasi muda, termasuk para finalis Duta Wisata Manuntung 2026,
agar turut mengambil peran nyata dalam menyambut peluang tersebut.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono
Suherman, saat menerima audiensi 24 finalis Duta Wisata Manuntung di ruang
rapat gabungan, Selasa (7/4/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari
rangkaian pembekalan bagi para finalis yang sebelumnya telah melalui seleksi
ketat.
Dalam suasana diskusi yang interaktif, para finalis tidak
hanya diperkenalkan dengan tugas dan fungsi DPRD, tetapi juga diajak memahami
dinamika pembangunan daerah, khususnya dalam konteks Balikpapan sebagai kota
penyangga IKN.
“Kunjungan ini penting agar adik-adik finalis memahami
langsung bagaimana peran DPRD, mulai dari fungsi legislasi, penganggaran hingga
pengawasan, sekaligus melihat bagaimana kebijakan daerah disusun,” ujar Yono.
Ia menilai, kehadiran 24 finalis tersebut menjadi energi
baru bagi promosi daerah. Menurutnya, para duta wisata tidak cukup hanya
menjadi simbol atau ikon, tetapi juga harus mampu berkontribusi aktif dalam
pembangunan, terutama dalam mempromosikan potensi lokal.
Dalam pertemuan itu, para finalis juga menunjukkan
antusiasme tinggi dengan mengangkat berbagai pertanyaan, terutama terkait
peluang yang bisa dimanfaatkan Balikpapan dari pembangunan IKN. Mereka
menyoroti bagaimana strategi agar kota ini tidak hanya menjadi daerah transit,
melainkan turut merasakan dampak ekonomi secara langsung.
“Diskusinya cukup menarik. Mereka ingin tahu bagaimana
Balikpapan bisa mengambil peran lebih besar, bukan hanya sebagai penyangga,
tetapi juga sebagai kota yang berkembang seiring dengan IKN,” jelasnya.
Yono menegaskan pentingnya sinkronisasi pembangunan antara
Balikpapan dan kawasan IKN agar pertumbuhan yang terjadi dapat berjalan
beriringan. Dengan demikian, manfaat pembangunan ibu kota baru juga dapat
dirasakan oleh masyarakat Balikpapan.
“Kita ingin pembangunan ini selaras. Ketika IKN tumbuh,
Balikpapan juga harus ikut berkembang dan memberikan dampak nyata bagi
masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penguatan
identitas lokal sebagai daya tarik utama. Menurutnya, kekayaan budaya dan
kearifan lokal Balikpapan harus terus dipromosikan agar mampu bersaing di
tingkat nasional hingga internasional.
Dalam hal ini, peran duta wisata dinilai sangat strategis
sebagai ujung tombak promosi daerah, baik melalui kegiatan langsung maupun
pemanfaatan media digital.
DPRD Balikpapan juga membuka ruang kolaborasi dengan para
finalis, khususnya dalam menjaring aspirasi masyarakat. Yono menyebut, para
duta wisata dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan lembaga legislatif.
“Kami terbuka jika para finalis ingin menyampaikan aspirasi
atau masukan dari masyarakat. Itu bisa menjadi bahan bagi DPRD dalam
menjalankan fungsi pengawasan dan pembuatan kebijakan,” katanya.
Melalui pembekalan dan kunjungan ini, DPRD berharap para
finalis Duta Wisata Manuntung 2026 tidak hanya siap menghadapi grand final,
tetapi juga mampu menjadi agen promosi sekaligus agen perubahan yang membawa
citra positif bagi Kota Balikpapan di tengah pesatnya pembangunan IKN.
(adv/rud)
Tulis Komentar