Keterangan Gambar : Anggota DPRD Balikpapan, Ari Sanda.
Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Keterbatasan anggaran daerah di tengah kebijakan efisiensi fiskal mulai dirasakan langsung oleh para wakil rakyat. Anggota DPRD Kota Balikpapan, Ari Sanda, mengaku kini lebih berhati-hati saat turun ke masyarakat untuk menyerap aspirasi.
Ia mengungkapkan, kondisi keuangan daerah yang terbatas membuatnya tidak ingin memberikan janji yang pada akhirnya sulit direalisasikan.
“Terus terang, sekarang kami jadi lebih hati-hati saat turun ke masyarakat. Ada kekhawatiran ketika menerima aspirasi, tapi tidak bisa kami perjuangkan karena keterbatasan anggaran,” ujarnya saat ditemui di RT 30, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, ruang gerak DPRD dalam mengakomodasi kebutuhan masyarakat saat ini sangat dipengaruhi oleh kondisi fiskal daerah. Ia menilai, kebijakan efisiensi yang diterapkan membuat banyak program harus disesuaikan, bahkan ditunda.
“Kalau soal kebijakan sesuai fungsi kami, tentu masih bisa kami jalankan. Tapi ketika menyangkut usulan pembangunan atau kebutuhan langsung masyarakat, itu sangat bergantung pada kemampuan anggaran,” jelasnya.
Ari Sanda menambahkan, saat ini pemerintah daerah lebih banyak bertumpu pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai sumber utama pembiayaan. Sementara itu, kontribusi dari pemerintah pusat dinilai tidak sepenuhnya bisa diandalkan, bahkan dalam beberapa kebijakan justru menyedot anggaran daerah.
“Yang bisa kita andalkan sekarang adalah PAD. Kalau berharap penuh dari pusat, situasinya tidak selalu menguntungkan daerah. Ada program-program tertentu yang justru membuat alokasi ke daerah menjadi terbatas,” kata politisi PPP itu.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dan DPRD dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kemampuan keuangan daerah.
Meski demikian, Ari menegaskan pihaknya tetap berkomitmen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui jalur kebijakan dan pengawasan, sembari mendorong peningkatan pendapatan daerah agar ruang fiskal semakin kuat ke depan.
“Kami tetap akan berupaya maksimal, tapi tentu harus realistis dengan kondisi yang ada. Harapannya, ke depan kemampuan fiskal daerah bisa semakin kuat sehingga aspirasi masyarakat dapat lebih banyak terakomodasi,” pungkasnya. (adv/man)
Tulis Komentar