Poroskaltim.com, BALIKPAPAN – Menjelang perayaan Idulfitri, taufik
qul rahman saat diwawancarai (9/3/2026) menghimbau untuk lebih bijak dalam mengelola
pengeluaran di tengah berbagai tantangan ekonomi yang sedang dihadapi, baik di
tingkat nasional maupun global. Situasi internasional yang tidak stabil,
termasuk konflik di beberapa negara, dinilai berpotensi memengaruhi kondisi
ekonomi hingga ke daerah.
Anggota DPRD Kota Balikpapan taufik qul rahman menyampaikan
bahwa dinamika global tersebut dapat berdampak pada perekonomian nasional dan
pada akhirnya dirasakan pula oleh masyarakat di daerah. Karena itu, masyarakat
diminta untuk lebih efisien dan bijak dalam mengatur keuangan, khususnya
menjelang momen hari raya.
“Situasi global saat ini memang tidak bisa kita abaikan.
Konflik internasional yang terjadi juga berpotensi berdampak pada kondisi
ekonomi, termasuk di daerah. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk lebih
efisien dan bijak dalam mengatur pengeluaran,” ujarnya.
Selain faktor ekonomi, ia juga menyoroti meningkatnya
berbagai persoalan sosial yang mulai muncul di masyarakat, termasuk potensi
meningkatnya tindak kejahatan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat
menjaga keamanan lingkungan serta memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
Ia menambahkan, masyarakat tetap diperbolehkan merayakan
Idulfitri dengan berbelanja kebutuhan hari raya, namun diharapkan tidak
berlebihan. Menurutnya, kemeriahan Idulfitri tidak harus diwujudkan melalui
kemewahan makanan atau perayaan yang berlebihan.
“Silakan berbelanja kebutuhan hari raya, tetapi tidak perlu
berlebihan. Yang paling penting dalam Idulfitri adalah memperkuat silaturahmi
dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar,” katanya.
Menurutnya, nilai utama Idulfitri justru terletak pada
kebersamaan dan saling memaafkan antar sesama. Tradisi saling berkunjung dan
mempererat hubungan sosial dinilai jauh lebih bermakna dibandingkan sekadar
kemewahan dalam perayaan.
Ia berharap masyarakat Kota Balikpapan dapat merayakan
Idulfitri dengan penuh kesederhanaan, memperkuat silaturahmi, serta tetap
menjaga kerukunan antarumat beragama demi terciptanya suasana yang aman dan
damai di tengah masyarakat
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga sikap saling menghormati antarumat beragama, terutama dalam momentum hari besar keagamaan yang terkadang berdekatan waktunya, seperti perayaan Nyepi dan malam takbiran.
Di kota-kota dengan keberagaman agama yang tinggi, sikap toleransi menjadi hal penting agar kehidupan bermasyarakat tetap harmonis. Ia mencontohkan kondisi di beberapa daerah seperti Bali, di mana umat Islam tetap menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang dijalankan umat Hindu.
“Intinya kita harus tetap menjaga toleransi antarumat beragama. Setiap daerah memiliki kondisi sosial yang berbeda, tetapi saling menghormati tetap harus menjadi prinsip bersama,” ujarnya.(adv/rudi)
Tulis Komentar