Iklan Dua

Taufik Putra Kilat Dinobatkan Sebagai LPM Motivator Kota Balikpapan 2025

$rows[judul]
Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Di tengah kesibukannya sebagai anggota DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman masih menyempatkan diri turun langsung ke lingkungan tempat ia dibesarkan. 



Bagi pria yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Baru Ilir ini, menjadi wakil rakyat bukan hanya soal membuat kebijakan, tapi juga tentang menjaga kehidupan sosial dan ruang hijau di sekitar warga.

Konsistensinya itu akhirnya berbuah manis. Dalam ajang Awarding Clean Green Healthy (CGH) dan Eco Office 2025 yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan di BSCC Dome, Selasa (4/11/2025), Taufik Putra Kilat sapaan karibnya dinobatkan sebagai LPM Motivator Kota Balikpapan 2025.

Dari lima ketua LPM yang mendapat penghargaan, Taufik menjadi salah satu yang dianggap paling inspiratif karena berhasil menggerakkan warga Baru Ilir untuk membangun lingkungan yang produktif, hijau, dan berdaya secara ekonomi.

“Saya tidak menyangka sama sekali. Tapi kalau disebut motivator dalam bidang ekonomi dan pembinaan UMKM, itu memang yang saya perjuangkan selama ini,” ujarnya saat ditemui di kantor DPRD Balikpapan, Rabu (5/11/2025).

Selama dua periode menjadi anggota DPRD, Taufik dikenal aktif menyalurkan aspirasinya untuk membangun ruang terbuka hijau (RTH), taman bermain anak, hingga fasilitas lingkungan berbasis partisipasi warga. Program-program itu lahir dari kolaborasi antara aspirasi dewan (pokir), dukungan perusahaan lewat CSR, serta sinergi dengan perangkat kelurahan dan kecamatan.

“Kami ingin setiap RT punya ruang hijau. Kalau masyarakat punya tempat berinteraksi yang sehat, lingkungannya juga tumbuh positif,” tuturnya.

Tak berhenti di situ, Taufik kini tengah mempersiapkan gerakan ketahanan pangan berbasis warga, melalui budidaya tanaman hidroponik dan pemanfaatan lahan kosong pasca bencana.

“Kami sudah rapat dengan pengurus LPM. Bulan depan mulai giat lagi agar masyarakat bisa menanam dan menghasilkan sendiri,” tambahnya.

Di balik sederet aktivitas itu, Taufik punya filosofi sederhana, yaitu membangun dengan adab.

“Kita bukan orang yang berilmu tinggi, tapi kalau punya adab dan bisa bermasyarakat dengan baik, insya Allah lingkungan juga akan baik,” ujar politisi PKB itu.

Ia pun menutup dengan refleksi singkat tentang pentingnya konsistensi dalam mengabdi.

“Menjadi dewan mungkin mudah, tapi mempertahankan kepercayaan masyarakat itu yang sulit. Karena itu saya ingin terus menjaga amanah ini dan membesarkan semangat warga,” tutup Taufik optimis. (man)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)