Iklan Dua

Sulit Akses Solar, Swardi Tandiring Dorong Penguatan Sarana dan Pemberdayaan Nelayan Teritip

$rows[judul] Keterangan Gambar : Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Swardi Tandiring. (foto: herman)

Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Di tengah geliat pembangunan Kota Balikpapan, denyut kehidupan nelayan pesisir di Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, masih dihadapkan pada persoalan klasik, yakni keterbatasan sarana melaut. 


Kondisi ini pun turut menjadi perhatian serius Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Swardi Tandiring, setelah menerima langsung aspirasi dari kelompok nelayan setempat.


Ditemui di kantor DPRD Kota Balikpapan, pada rabu (4/3/2026), Swardi menjelaskan, berdasarkan pertemuan dan peninjauan lapangan di RT 03 dan RT 04 Teritip, ia mendapati berbagai kendala yang memengaruhi produktivitas nelayan. Salah satu persoalan krusial adalah sulitnya akses bahan bakar solar. 


Para nelayan, kata dia, harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan BBM tersebut, yang berdampak pada meningkatnya biaya operasional setiap kali hendak melaut.


“Biaya produksi bertambah karena akses solar jauh. Akibatnya, waktu melaut menjadi terbatas dan hasil tangkapan tidak maksimal,” ujar Dewan dapil Balikpapan Timur itu.


Menurutnya, kondisi itu membuat sebagian besar nelayan hanya mampu memenuhi kebutuhan harian rumah tangga. Padahal, kawasan pesisir Teritip memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Komoditas seperti udang galah hidup, kerapu hidup, dan kepiting rajungan memiliki nilai ekonomis tinggi dan peluang pasar hingga luar daerah.


Swardi menilai, penguatan ekonomi nelayan tidak cukup hanya dengan menjaga stabilitas harga hasil tangkap. Diperlukan dukungan konkret berupa penyediaan sarana penunjang, seperti mesin pendingin, tempat penampungan hasil laut, serta perbaikan akses distribusi agar rantai pemasaran lebih efisien.


Kendati begitu, Komisi II DPRD, akan berkoordinasi dengan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan untuk merumuskan program pemberdayaan yang tepat sasaran. Ia berharap intervensi tersebut mampu mendorong nelayan tidak sekadar bertahan, tetapi berkembang dan berdaya saing.


“Dengan dukungan yang terarah, potensi kelautan Balikpapan Timur dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Kami ingin nelayan tak hanya bertahan, namun juga berkembang," pungkasnya. (adv/man)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)