Keterangan Gambar : Ridwan (dua dari kanan) bersama di sebelahnya Roro dan Munjiah berfoto bersama di depan tenan miliknya. Ia mengaku kegiatan "Bazar Rakyat" dapat mendongkrak penghasilannya.
Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Pelaksanaan "Bazar Rakyat" yang diinisiasi Kecamatan Balikpapan Timur dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-129 Kota Balikpapan tak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membawa dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Selama tiga hari pelaksanaan, sejak Jumat (13/2) hingga Minggu (15/2/2026), para pelaku UMKM kawasan Balikpapan Timur merasakan peningkatan penjualan yang signifikan. Salah satunya Ridwan, pedagang minuman alpukat kocok yang turut membuka tenan di lokasi kegiatan.
Ridwan mengaku bersyukur atas antusiasme pengunjung yang memadati area bazar. Konsumen dari kalangan milenial hingga Gen Z mendominasi pembeli di lapaknya.
“Alhamdulillah, pendapatannya bagus. Apalagi ini momen HUT Kota Balikpapan, jadi ramai sekali. Dua hari pertama sudah sekitar Rp2 juta. Melihat antusias pengunjung, insya Allah kami optimistis bisa tembus di atas Rp5 juta sampai akhir acara,” ujarnya yakin, Minggu (15/2/2026).
Ridwan menuturkan, dirinya memang kerap mengikuti berbagai kegiatan atau event di sejumlah lokasi di Balikpapan. Namun, jika tak ada kegiatan, ia biasanya membuka booth di kawasan Kelurahan Karangrejo, kawasan Balikpapan Tengah.
Untuk menarik minat pembeli, ia bahkan menambah varian produk baru pada hari terakhir pelaksanaan Bazar Rakyat tersebut, yakni ubi madu bakar yang dijualnya seharga Rp45 ribu per-kilo.
“Karena pengunjung terus bertambah, kami harus menambah ‘amunisi’ dagangan,” katanya sambil tersenyum.
Sementara itu, Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Balikpapan Timur, Roro Novi Invani, SE., MH., menegaskan bahwa setiap kegiatan yang digelar pihak kecamatan Baltim selalu diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar, khususnya dalam mendorong pertumbuhan UMKM.
“Setiap HUT kota, kami selalu menggerakkan UMKM lokal agar bisa naik kelas. Dampaknya bukan hanya pada peningkatan omzet, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu rumah tangga maupun warga yang memiliki keterampilan memasak, membuat kue, atau berdagang,” jelasnya didampingi Sekretaris Lurah Manggar, Munjiah Puspitawati.
Menurut Roro, dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan yang turut menyumbangkan hadiah untuk kegiatan jalan santai, turut meningkatkan antusiasme masyarakat. Sinergi antara pemerintah kecamatan, LPM, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci suksesnya kegiatan tersebut.
Ia berharap ke depan kolaborasi antar empat kelurahan di Balikpapan Timur semakin solid, tanpa konflik, dan tetap memiliki satu tujuan bersama, yakni menghadirkan program yang berdampak positif bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berlanjut, menyesuaikan dengan anggaran yang ada, dan semakin memperkuat UMKM serta membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga,” tutupnya.
Dengan semangat kebersamaan dan sinergi yang terbangun, Bazar Rakyat Balikpapan Timur menjadi bukti bahwa perayaan hari jadi kota tak sekadar seremoni, melainkan juga momentum untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat dari tingkat lokal. (man)
Tulis Komentar