Iklan Dua

Komisi II DPRD Temukan Sejumlah Persoalan Saat Sidak Pasar Sepinggan Balikpapan

$rows[judul]

poroskaltim.com, BALIKPAPAN – Komisi II DPRD Kota Balikpapan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Sepinggan pada Selasa (10/3/2026). Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, didampingi Sekretaris Komisi II serta sejumlah anggota dewan lainnya. Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala UPT Pasar Sepinggan bersama jajaran karyawan pasar.

Dalam sidak tersebut, Komisi II menemukan sejumlah persoalan yang dinilai perlu segera mendapat perhatian. Mulai dari kondisi gedung pasar yang kurang terawat, fasilitas kantor UPT yang dinilai tidak memadai, hingga penataan pedagang yang dianggap masih semrawut.

Fauzi menyampaikan bahwa kondisi kantor UPT Pasar Sepinggan saat ini dinilai kurang layak untuk menunjang pelayanan kepada para pedagang maupun masyarakat. Ruangan yang sempit membuat berbagai berkas administrasi terlihat menumpuk, sementara fasilitas pendukung perkantoran juga dinilai belum memadai.

“Kami melihat langsung kondisi kantor UPT yang cukup kecil dan banyak berkas menumpuk. Ini tentu kurang mendukung pelayanan yang maksimal, sehingga perlu ada perhatian untuk perbaikan fasilitas kantor,” ujarnya.

Selain itu, Komisi II juga menyoroti penataan pedagang di dalam pasar yang dinilai belum tertib. Berdasarkan hasil dialog dengan para pedagang, khususnya pedagang pakaian di lantai dua, muncul keluhan terkait keberadaan pedagang pakaian yang justru berjualan di lantai dasar. Padahal, lantai dasar tersebut seharusnya diperuntukkan bagi pedagang sembako.

Kondisi tersebut membuat pedagang di lantai dua merasa kurang nyaman karena aktivitas pembeli lebih banyak terjadi di lantai dasar. Akibatnya, pedagang yang menempati kios di lantai dua mengaku sepi pembeli.

“Pedagang pakaian di lantai dua menyampaikan keluhan kepada kami. Mereka merasa kurang nyaman karena ada pedagang pakaian yang berjualan di lantai dasar, padahal area tersebut sebenarnya untuk pedagang sembako,” jelas Fauzi.

Tak hanya itu, saat berkeliling pasar, Komisi II juga mendapati cukup banyak kios yang kosong serta beberapa bagian plafon bangunan pasar yang terlihat rusak. Kondisi ini dinilai dapat mengurangi kenyamanan pengunjung dan pedagang dalam melakukan aktivitas perdagangan.

Melihat berbagai permasalahan tersebut, Komisi II DPRD Balikpapan menilai perlu adanya pembenahan menyeluruh terhadap Pasar Sepinggan, baik dari sisi infrastruktur bangunan maupun penataan zonasi pedagang.

Ke depan, DPRD berharap pihak UPT Pasar Sepinggan bersama dinas terkait dapat segera menyusun langkah-langkah perbaikan, termasuk mendorong rencana revitalisasi pasar agar kondisinya menjadi lebih tertata dan representatif.

“Pasar ini merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, perlu ada pembenahan, baik dari sisi bangunan maupun penataan pedagang. Jika memungkinkan, revitalisasi pasar perlu segera dipertimbangkan agar kondisi pasar lebih baik dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat,” tutupnya. (adv/rud)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)