poroskaltim.com, BALIKPAPAN– Setelah melakukan inspeksi mendadak di Pasar Sepinggan, Komisi II DPRD Kota Balikpapan melanjutkan agenda sidak ke Pasar Muara Rapak pada Selasa (10/3/2026). Kunjungan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang sebelumnya digelar pada 9 Maret 2026 terkait keluhan pedagang atas kenaikan tarif yang diberlakukan oleh pengelola pasar.
Sidak tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, bersama sejumlah anggota Komisi II lainnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haimusri Umar, serta Kepala Cabang PT Hasta, Doddy Aurora.
Dalam peninjauan tersebut, Komisi II DPRD Balikpapan kembali mendengarkan langsung aspirasi para pedagang yang menyampaikan keberatan terhadap kebijakan kenaikan tarif yang dinilai cukup memberatkan. Para pedagang berharap ada solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak, terutama dalam menjaga keberlangsungan usaha mereka di pasar tersebut.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, mengatakan bahwa kunjungan lapangan ini dilakukan untuk memastikan secara langsung kondisi di pasar serta mendengar berbagai masukan dari pedagang terkait kebijakan tarif yang diterapkan oleh pengelola.
“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus mendengar aspirasi para pedagang. Dari hasil sidak ini tentu akan menjadi bahan evaluasi dan pembahasan lebih lanjut,” ujarnya.
Fauzi menjelaskan bahwa Komisi II DPRD Balikpapan dalam waktu dekat akan kembali menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat dengan mengundang perwakilan pedagang serta pihak pengelola pasar dari PT Hasta. Pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan kesepahaman dan solusi terbaik bagi seluruh pihak.
Menurutnya, dialog antara pedagang, pengelola pasar, serta pemerintah daerah sangat penting agar kebijakan yang diambil tetap memperhatikan kondisi para pedagang tanpa mengabaikan aspek pengelolaan pasar.
“Kami akan menjadwalkan kembali RDP secepatnya dengan mengundang perwakilan pedagang dan pihak PT Hasta, agar persoalan ini dapat dibahas secara bersama dan ditemukan solusi yang adil bagi semua pihak,” jelasnya.
Komisi II DPRD Balikpapan menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga tercapai kesepakatan yang tidak merugikan pedagang sekaligus tetap menjaga keberlangsungan pengelolaan pasar di Kota Balikpapan. (adv/rud)
Tulis Komentar