Iklan Dua

Kawasan Grand City Ramai, Nurhadi Pertanyakan Janji Pembangunan Masjid

$rows[judul] Keterangan Gambar : Nurhadi Saputra.
Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Aktivitas masyarakat di kawasan Grand City Balikpapan semakin padat. Namun, hingga kini kawasan perumahan modern tersebut belum memiliki masjid sebagai fasilitas ibadah umat Muslim. Kondisi ini mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kaltim, H. Nurhadi Saputra, SH. MH.

Nurhadi menilai absennya masjid di kawasan itu menjadi ironi, mengingat Balikpapan dikenal dengan predikat Madinatul Iman. Menurutnya, keberadaan masjid bukan hanya kebutuhan spiritual, melainkan juga simbol identitas kota yang religius.

“Ketika sore saya berolahraga di Grand City, dan menjelang Magrib harus mencari masjid yang jaraknya cukup jauh, sampai ke Masjid Ungu dekat RS Kanujoso. Ini menandakan fasilitas ibadah di sana sangat mendesak,” ungkap politisi PPP itu, Sabtu (16/8/2025).

Ia mengingatkan, pihak pengembang sudah pernah menyatakan kesiapannya menyediakan lahan untuk masjid sejak lama. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut nyata. 

“Janji itu sudah ada sejak saya masih duduk di Komisi III DPRD Balikpapan. Lahan katanya tersedia, tapi pembangunan belum juga dimulai. Inilah yang perlu ditagih kembali,” jelasnya.

Lebih jauh, Nurhadi menegaskan bahwa tanggung jawab pembangunan masjid tidak seharusnya dibebankan pada masyarakat atau pemerintah. Menurutnya, kewajiban tersebut sepenuhnya berada di tangan pengembang.

“Developer sudah memperoleh banyak keuntungan dari kawasan ini, termasuk pajak dan pemasukan dari unit yang terjual. Jadi wajar jika mereka juga menunaikan tanggung jawab sosial dengan menyediakan fasilitas ibadah. Jangan sampai untuk membangun masjid saja masih terabaikan,” tegasnya. (man)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)