Iklan Dua

Isu Perang Timur Tengah Picu Kekhawatiran BBM, Fauzi Adi: Stok Aman, Warga Diminta Tidak Panik

$rows[judul] Keterangan Gambar : Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah. (foto: herman)

Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah memunculkan kekhawatiran di berbagai negara, termasuk Indonesia. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dikhawatirkan dapat berdampak pada stabilitas perdagangan minyak dunia dan memengaruhi pasokan bahan bakar minyak (BBM).


Isu tersebut bahkan memicu kekhawatiran di sejumlah daerah di Indonesia. Di beberapa wilayah, masyarakat mulai melakukan antrean di stasiun pengisian bahan bakar sebagai langkah antisipasi jika terjadi gangguan pasokan BBM.


Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, memastikan bahwa kondisi pasokan BBM di Balikpapan masih aman dan terkendali. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing kepanikan yang berlebihan, senin (9/3/2026).


“Memang sempat ada antrean di beberapa SPBU, bahkan ada yang sampai cukup panjang. Namun secara umum kondisi di Balikpapan masih aman dan terkendali. Belum ada yang sampai panik berlebihan,” ujar Adi, sapaan akrabnya.


Ia mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan informasi dari pemerintah pusat serta berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pertamina. Berdasarkan informasi yang diterima, ketersediaan BBM dipastikan aman hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.


“Sejauh ini informasi yang kami terima, insyaallah stok BBM aman sampai Lebaran. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.


Adi juga mengimbau warga untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena hal tersebut justru dapat memicu kelangkaan di masyarakat.


“Kami berharap masyarakat tidak panik. Tidak perlu membeli atau menimbun secara berlebihan. Kita doakan saja kondisi di Timur Tengah segera kondusif sehingga pasokan energi dunia tetap stabil,” ujarnya.


Selain BBM, ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembelian bahan pokok secara berlebihan. Menurutnya, tindakan tersebut justru dapat memicu kelangkaan dan mengganggu stabilitas pasokan di pasar.


“Untuk kebutuhan pokok juga sama, tidak perlu belanja berlebihan. Kalau semua membeli dalam jumlah besar, justru bisa menyebabkan kelangkaan di tempat lain,” jelasnya.


Terkait maraknya aktivitas penjualan BBM eceran, Adi menilai hal tersebut perlu disikapi secara bijak. Ia menegaskan bahwa setiap orang memiliki hak untuk berusaha, namun tetap harus memperhatikan aturan dan tidak melakukan penimbunan.


“Yang penting ada kesadaran bersama. Jangan sampai ada yang menimbun BBM, apalagi yang bersubsidi. BBM subsidi itu diperuntukkan bagi masyarakat luas, bukan untuk kepentingan bisnis tertentu,” tegasnya.


Ia juga menyebutkan bahwa pengawasan terhadap distribusi BBM terus dilakukan melalui koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga agar tidak terjadi penyalahgunaan.


Di sisi lain, Komisi II DPRD Balikpapan juga tengah memantau perkembangan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri. Menurut Adi, isu kenaikan harga sembako menjadi salah satu perhatian utama saat ini.


Namun berdasarkan komunikasi dengan Dinas Perdagangan dan pihak terkait, sejumlah langkah telah dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga, di antaranya melalui operasi pasar dan pasar penyeimbang untuk komoditas sembako maupun LPG.


“Memang ada beberapa kenaikan harga, tetapi masih dalam batas yang wajar. Pemerintah juga sudah melakukan langkah-langkah seperti pasar penyeimbang untuk menjaga stabilitas harga,” katanya.


Ia menambahkan, DPRD akan terus melakukan pemantauan hingga mendekati Hari Raya Idulfitri guna memastikan stok kebutuhan pokok tetap tersedia bagi masyarakat.


“Harapannya stok tetap aman dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok menjelang Lebaran,” pungkasnya. (adv/man)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)