Iklan Dua

Imbau Pedagang Makanan Gunakan Tirai, Japar: Hormati Ibadah Puasa

$rows[judul] Keterangan Gambar : Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Japar Sidik.

Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Dihari pertama pelaksanaan bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik mengimbau kepada seluruh pelaku UMKM khususnya pedagang makanan dan minuman baik di pinggir jalan maupun di area publik, untuk menutup dagangannya dengan tirai.

Menurutnya, hal itu tentunya mesti dilakukan, apalagi sesama umat muslim yang sudah seharusnya saling menghormati saat berlansungnya puasa di bulan Ramadan. Dan yang berbeda agama juga ikut menjaga toleransi.

Bahkan, Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Pemerintah se-tempat, tentunya juga sudah mengimbau agar di setiap tempat makan, warung dan semacamnya untuk menutup dagangannya dengan tirai.

"Kami berharap pelaku-pelaku usaha khususnya UMKM yang berjualan di pinggir-pinggir jalan seyogianya menghormati ibadah puasa ini," pintanya, Sabtu (1/3/2025).

"Kalau toh misalnya berjualan makanan, maka gunakanlah tirai dan tertutup, sehingga jangan sampai kelihatan jika ada orang makan. Karena kemungkinan yang lewat-lewat sedang berpuasa, sehingga tidak ada godaan dan sebagainya," sambungnya.

Japar meminta agar seluruh masyarakat di Balikpapan, dapat menghargai momentum jalannya ibadah puasa.

Pun begitu, ia berharap para pedagang makanan di pasar Ramadan nantinya yang bermayoritas dilakukan oleh wanita, pun ikut menggunakan busana hijab.

"Kalau ada kegiatan UMKM khususnya berdagang makanan dan minuman, ya sebaiknya memang harus memakai tirai, agar tidak kelihatan aktivitas daripada kegiatan UMKM itu. Kalau kegiatan pasar ramadan baiknya penjual menggunakan hijab," harapnya.

Kendati demikian, tambahnya, jika terdapat pedagang yang tak patuh, menurutnya hal itu kemungkinan mereka tidak memahami imbauan tersebut.

Namun, bagi yang paham dan mengerti pastinya akan menghormati ibadah puasa ini, dan sejatinya tidak melakukan kegiatan UMKM kuliner yang terbuka. 

"Jadi yang dagangannya terbuka, mungkin tetap akan disampaikan secara baik saat melakukan kegiatan UMKM kuliner pada saat di bulan Ramadan. Karena kita tidak boleh juga membatasi aktivitas kegiatan masyarakat, sebab mereka juga mencari nafkah dan ingin perekonomiannya tetap berjalan. Tetapi sebaiknya tetap menghormati bulan Ramadan ini," tutupnya. (man)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)