Iklan Dua

Empat Anggota DPRD Balikpapan Masuk Calon Ketua DPC PKB, Persaingan Internal Menguat

$rows[judul]

poroskaltim.com, BALIKPAPAN – Peta kepemimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Balikpapan mulai mengerucut. Dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kalimantan Timur yang digelar di Hotel Novotel Balikpapan, Rabu (8/4/2026), muncul lima nama kandidat kuat, dengan dominasi kader yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Kota Balikpapan.

Dari lima nama yang terjaring, empat di antaranya merupakan legislator aktif di DPRD Balikpapan. Mereka adalah Sufyan Jufri, Taufik Qul Rahman, Halili Adinegara dan Muhammad Hamid. Sementara satu nama lainnya, Michael Adams merupakan petahana yang saat ini masih menjabat di struktur partai.

Komposisi ini menunjukkan kuatnya peran dan posisi anggota DPRD dalam struktur internal PKB, khususnya di tingkat kota. Selain memiliki basis elektoral yang jelas, para legislator dinilai memiliki pengalaman politik serta jaringan yang mumpuni untuk memimpin partai ke depan.

Dominasi anggota DPRD dalam bursa calon ketua DPC bukan tanpa alasan. Posisi mereka sebagai wakil rakyat dinilai memberi keunggulan tersendiri, baik dari sisi komunikasi politik, pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat, hingga akses terhadap program-program strategis.

“Anggota DPRD memiliki keunggulan karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat. Itu menjadi modal penting dalam memimpin partai, apalagi dalam menghadapi kontestasi politik ke depan,” ujar salah satu sumber internal partai.

Muscab sendiri menjadi bagian dari proses kaderisasi dan konsolidasi internal PKB yang digelar secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Dari forum tersebut, nama-nama kandidat diusulkan untuk selanjutnya mengikuti tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) sebelum ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Dengan masuknya empat anggota DPRD dalam bursa calon, persaingan diprediksi akan berlangsung ketat. Masing-masing kandidat diyakini memiliki basis dukungan dan kekuatan politik yang berbeda, baik di internal partai maupun di tengah masyarakat.

Di sisi lain, kehadiran petahana Muhammad Hamid juga menjadi faktor penyeimbang. Pengalaman memimpin organisasi dinilai menjadi nilai tambah tersendiri dalam kontestasi internal ini.

Situasi ini sekaligus mencerminkan dinamika politik internal PKB Balikpapan yang semakin kompetitif. Namun demikian, seluruh proses tetap diharapkan berjalan dalam koridor kekeluargaan, sesuai dengan prinsip yang dijunjung partai.

Ke depan, sosok yang terpilih sebagai Ketua DPC PKB Balikpapan tidak hanya dituntut mampu mengelola organisasi, tetapi juga memperkuat peran partai di tengah masyarakat serta meningkatkan perolehan suara pada pemilu mendatang.

Dengan komposisi kandidat yang didominasi anggota DPRD, publik kini menantikan siapa figur yang paling siap membawa PKB Balikpapan melangkah lebih jauh dalam peta politik daerah. (adv/rud)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)