Keterangan Gambar : Anggota Komisi I DPRD Balikpapan, Hj. Muliati. (foto: herman)
Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Bulan Ramadan yang identik dengan suasana religius dan kebersamaan kerap diwarnai sejumlah aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Fenomena seperti balap liar hingga keributan di jalan menjelang waktu sahur menjadi perhatian DPRD Kota Balikpapan.
Anggota Komisi I DPRD Balikpapan, Hj. Muliati, menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak ketertiban. Menurutnya, pengawasan yang lebih intensif sangat diperlukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman selama bulan suci.
Ia mengungkapkan bahwa aksi balap liar yang dilakukan anak-anak muda serta aktivitas yang menimbulkan keramaian berlebihan sering kali muncul pada malam hingga dini hari, khususnya menjelang sahur.
“Kadang kita melihat anak-anak balapan motor atau membuat keributan di jalan sebelum sahur. Hal-hal seperti ini tentu perlu perhatian bersama,” ujarnya saat ditemui di ruang Komisi I DPRD Balikpapan, Jumat (6/3/2026).
Meski demikian, Muliati menekankan bahwa menjaga ketertiban tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat semata. Menurutnya, kesadaran masyarakat juga memegang peran penting dalam menciptakan suasana Ramadan yang kondusif.
Untuk itu, Komisi I DPRD Balikpapan berencana membahas persoalan tersebut bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) guna mencari langkah konkret dalam meningkatkan pengawasan selama Ramadan.
“Dari Komisi I tentu akan dibahas bersama Satpol PP. Sinergi ini penting agar situasi kota tetap tertib dan kondusif,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengawasan tidak hanya difokuskan pada aktivitas di jalan raya, tetapi juga di sejumlah tempat umum yang kerap menjadi pusat aktivitas masyarakat, seperti penginapan, kawasan keramaian, maupun ruang publik lainnya.
Menurut Muliati, kehadiran Satpol PP bersama aparat keamanan lainnya sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan kota, terutama saat aktivitas masyarakat meningkat pada malam hari selama Ramadan.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Balikpapan sebelumnya juga telah menerbitkan surat edaran terkait penyesuaian jam operasional sejumlah usaha hiburan selama Ramadan hingga Idulfitri. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga ketertiban sekaligus menghormati masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
Selain pengawasan aparat, Muliati juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial dan menjaga ketertiban lingkungan.
“Ramadan adalah waktu untuk memperbanyak ibadah dan memperkuat kepedulian kepada sesama. Semoga suasana kota tetap aman dan masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan tenang,” pungkasnya. (adv/man)
Tulis Komentar