Iklan Dua

Dewan Kaltim Kecewa Pembangunan RS Balikpapan Timur Tertunda, Nurhadi: Jangan Terlalu Didramatisir

$rows[judul] Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra.

Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Balikpapan, Nurhadi Saputra, menyatakan kekecewaannya atas kabar tertundanya pembangunan Rumah Sakit (RS) Balikpapan Timur, tepatnya di Gang Kacang, Kelurahan Lamaru.

Ya, kekecewaan tersebut disampaikan Nurhadi setelah ia mengaku menerima informasi langsung dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, yang menyebutkan bahwa pembangunan rumah sakit akan menunggu skema kontrak tahun jamak (multiyears contract). 

Padahal menurutnya, rencana pembangunan ini seharusnya sudah dimulai setelah Lebaran 2025, sebagaimana yang sempat disepakati saat ia masih menjabat sebagai anggota DPRD Kota Balikpapan.

“Lahan sudah tersedia, anggaran awal juga sudah dialokasikan sekitar Rp 20 miliar. Tapi sekarang alasannya menunggu kontrak tahun jamak. Saya jadi mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota. Ini kebutuhan mendesak dan juga bagian dari janji kampanye Pak Wali,” ujar Nurhadi saat ditemui media, Jumat (2/5/2025).

Ia menilai, penundaan ini menunjukkan indikasi kurangnya komitmen dari Pemerintah Kota untuk segera merealisasikan pembangunan rumah sakit yang sangat dibutuhkan masyarakat Balikpapan Timur. 

Nurhadi menambahkan, jika alasan penundaan terus bermunculan, publik akan menganggap bahwa wali kota tidak serius dalam menunaikan janjinya.

“Kalau memang kendalanya anggaran, kami di DPRD Provinsi siap membantu. Saya sudah berkomunikasi dengan Ketua Komisi IV, Pak Haji Baba. Bahkan 10 anggota DPRD Provinsi dari Kaltim siap memperjuangkan bantuan keuangan untuk mendukung pembangunan rumah sakit ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nurhadi mengungkapkan bahwa warga Balikpapan Timur selama ini sudah cukup bersabar. Mereka tidak menuntut pembangunan jalan utama, seperti Jalan Mulawarman yang notabene menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi. 

Oleh karena itu, ia berharap Pemkot Balikpapan bisa lebih fokus menangani kebutuhan langsung masyarakat, seperti fasilitas layanan kesehatan.

“Kami paham soal pembagian kewenangan. Untuk jalan biar provinsi dan pusat, tapi untuk rumah sakit, tolonglah itu menjadi tanggung jawab kota. Jangan terlalu didramatisir, karena masyarakat sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi,” cetusnya.

Sebagai informasi, Rumah Sakit yang direncanakan akan dibangun di atas lahan seluas 5.000 meter persegi tersebut, berada sekitar satu kilometer dari pintu masuk Pantai Manggar Segara Sari dan Yonif Raider 600/Modang. Saat ini, lahan tersebut masih tampak asri dan dimanfaatkan warga untuk menanam sayuran seperti kangkung.

Rumah sakit yang dirancang memiliki lima lantai ini diproyeksikan akan menampung lebih banyak pasien dari kawasan Balikpapan Timur. Total anggaran yang dibutuhkan untuk membangun rumah sakit tersebut terbilang besar yakni mencapai Rp 272 miliar dengan skema multiyears. 

Pada tahap awal, Pemerintah Kota Balikpapan telah menyiapkan dana sebesar Rp19 miliar untuk tahun anggaran 2025. (man)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)