Poroskaltim.co, BALIKPAPAN - Tak sekadar berlibur ke Pulau Dewata, Win Puspita memilih membawa semangat wirausahanya ke sana. Perempuan asal Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan ini kini resmi membuka usaha laundry di Denpasar, Bali, yang menandai langkah ekspansi bisnis lintas pulau yang jarang dilakukan pelaku usaha lokal.
Dengan pengalamannya mengelola berbagai jenis usaha di Balikpapan, mulai dari penyedia barang hingga laundry untuk sektor pertambangan, Win yang juga masih aktif sebagai anggota HIPMI Balikpapan ini, mantap menjajal pasar baru. Meski awalnya ia hanya berkunjung ke Bali untuk bersantai, kebiasaannya bolak-balik ke sana sejak 2021 memunculkan ide baru.
Win saat menunjukkan usaha miliknya yang berada di Denpasar, Bali.
“Awal 2025 saya mulai berpikir, kalau sering ke sini tapi nggak ada penghasilan, mending sekalian buka usaha. Ternyata ada lokasi strategis yang cocok banget buat laundry, langsung saya ambil,” ujar Win saat ditemui di Balikpapan belum lama ini.
Usaha yang ia dirikan bernama Meidira Laundry, beroperasi di kawasan pemukiman dan dekat dengan sejumlah guest house di Denpasar. Win mengungkapkan bahwa pasar di Bali berbeda dengan Balikpapan. Di sana, pelanggan tak hanya warga lokal tapi juga turis asing. Hal ini menuntut standar pelayanan yang lebih tinggi.
“Kita dituntut jaga kualitas terus, karena banyak pelanggan bule. Kalau kualitas turun sedikit, langsung kelihatan,” ucap ibu satu anak itu.
Soal harga, tarif laundry di Bali lebih rendah dibanding Balikpapan yakni berkisar Rp5.000–Rp6.000 per kilogram. Namun tingginya permintaan membuat potensi pendapatan tetap besar. Bahkan, dari pelanggan perorangan saja, ia bisa mengumpulkan hingga 50 kilogram cucian per hari.
“Kalau di Balikpapan, volume segitu biasanya dari kerja sama dengan perusahaan,” jelasnya.
Meski baru berjalan lima bulan dan belum mencapai balik modal, Wanita berusia 37 tahun ini tetap optimis. Ia memperkirakan dalam waktu 1,5 hingga 2 tahun, usaha ini sudah bisa menghasilkan keuntungan.
“Saat ini saya fokus dulu di laundry. Tapi nanti kalau semua sudah stabil, saya juga kepengen buka coffee shop lagi, mungkin sekalian di Bali,” tambah perempuan hobi menyanyi ini.
Sebelumnya, Win pernah membuka usaha kafe di Balikpapan, namun harus tutup karena belum sepenuhnya menguasai bisnis food and beverage (F&B). Meski begitu, ia tak kapok. Win bahkan sempat mendalami ilmu kopi, termasuk soal biji kopi dan teknik roasting.
Kini, ia juga tengah menjajaki kerja sama baru dengan sejumlah BUMN dan perusahaan swasta, sebagai bagian dari rencana jangka panjang memperkuat usahanya di dua pulau sekaligus. (man)
Tulis Komentar