Iklan Dua

BI Balikpapan Siapkan Rp635 Miliar Uang Layak Edar, Transaksi QRIS Tumbuh Positif

$rows[judul]

Poroskaltim.com, BALIKPAPAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan menyiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp635 miliar hingga akhir semester I 2025. Jumlah ini tumbuh 4% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala KPwBI Balikpapan, Robi Ariadi menjelaskan bahwa pertumbuhan ini dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan uang tunai yang layak edar di wilayah kerja KPwBI Balikpapan yang meliputi Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.

Meskipun demikian, terjadi penurunan signifikan pada jumlah uang kartal yang keluar dari kas BI (outflow) selama semester I 2025, yang tercatat sebesar Rp3,34 triliun. Angka ini turun 23% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai Rp4,35 triliun.

“Sementara itu, inflow atau uang yang masuk ke kas BI hanya mencapai 7% dari total outflow,” ungkap Robi belum lama ini.

Di samping itu, lanjut Robi, dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Rupiah, BI Balikpapan terus menggaungkan program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah melalui berbagai metode publikasi, edukasi, dan hiburan edukatif (edutainment).

Berbagai inisiatif yang telah dijalankan antara lain penyelesaian modul ajar CBP untuk kurikulum 2025/2026, pembentukan edukator eksternal dari kalangan akademisi, sinergi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), program edukasi CBP melalui dongeng dan coding untuk siswa SD, serta program Belajar Rupiah dari Inspektur Upacara (BENDERA) yang berlangsung secara berkala.

Sementara itu, di sisi digitalisasi sistem pembayaran, BI Balikpapan mencatat capaian positif pada penggunaan QRIS. Hingga April 2025, volume transaksi QRIS telah mencapai 11,84 juta transaksi atau 49,30% dari target tahunan sebanyak 30,11 juta transaksi.

Untuk jumlah merchant, dari target 24.265 merchant baru pada 2025, realisasi hingga April telah mencapai 22.113 merchant, atau 91,13% dari target.

“Perkembangan ini menunjukkan antusiasme dan kesiapan masyarakat serta pelaku usaha dalam mendukung digitalisasi sistem pembayaran,” tambah Robi.

Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, BI juga fokus pada peningkatan kapasitas dan akses keuangan bagi pelaku UMKM. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah pelatihan digitalisasi dan onboarding UMKM yang digelar pada 5–7 Mei 2025. Pelatihan tersebut diikuti oleh 70 UMKM dari wilayah Kalimantan Timur, termasuk dari Wilker BI Balikpapan. Saat ini, tahapan pendampingan tengah berlangsung untuk memastikan implementasi pelatihan berjalan optimal.

Dengan sinergi antara program edukasi, digitalisasi sistem pembayaran, dan pemberdayaan UMKM, KPwBI Balikpapan berharap dapat terus mendukung stabilitas ekonomi dan inklusi keuangan di wilayah Kalimantan Timur. (*/man)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)