Iklan Dua

Balikpapan Sambut Tahun Baru Islam 1447 H dengan Spirit Kebersamaan dan Refleksi Diri

$rows[judul] Keterangan Gambar : Live YouTube Pemkot Balikpapan.

Poroskaltim.com, BALIKPAPAN – Ribuan warga Balikpapan tampak hadir di Masjid Madinatul Iman, Balikpapan Islamic Center (BIC), Rabu malam (25/6/2025), untuk mengikuti Tabligh Akbar dalam rangka menyambut datangnya 1 Muharram 1447 Hijriah. Momen pergantian tahun Hijriah ini dimaknai sebagai ajang refleksi diri, mempererat ukhuwah, sekaligus memperkuat semangat gotong royong masyarakat kota.

Kegiatan yang diawali salat Isya berjamaah ini menghadirkan Penceramah Habib Mustofa Al Haddar dan Munsyid Sholawat Gus Aldi, yang membawa nuansa religius penuh kekhusyukan. Tidak hanya masyarakat umum, acara juga dihadiri Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo dan unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya, Bagus Susetyo mengajak masyarakat menjadikan momen tahun baru Islam sebagai titik tolak untuk memperbaiki diri dan berkontribusi aktif dalam pembangunan dan menjaga harmonisasi kota.

"Pergantian tahun Hijriah bukan sekadar hitungan kalender, tapi juga kesempatan untuk introspeksi, memperbaiki amal, dan ikut membangun kota dengan semangat yang lebih baik," ujar Bagus.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan, terutama menghadapi cuaca ekstrem yang kerap melanda Balikpapan. Ia mengajak warga lebih peduli dengan lingkungan melalui aksi nyata seperti kerja bakti rutin dan menjaga kebersihan saluran air.

Tabligh Akbar ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan spiritual, tapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga. Dalam tausiyahnya, Habib Mustofa Al Haddar mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum memperkuat keimanan dan menjaga ukhuwah Islamiyah.

"Awal Muharram adalah waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah, memperkuat hati, dan menjaga persaudaraan sesama muslim. Dari sini, kita bisa membangun masyarakat yang damai dan saling mendukung," pesannya.

Tabligh Akbar ini menjadi penanda bahwa di tengah dinamika kota, ruh keagamaan tetap tumbuh kuat di tengah masyarakat Balikpapan untuk mengajarkan bahwa kemajuan dan spiritualitas bisa berjalan beriringan. (man)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)